Di Sekolah, aku mengikuti ekstrakulikuler theater. Disana aku punya cowok idola, namanya disamarkan saja jadi "Tintin". Dia itu alumni yang harusnya turut serta melatih kita, tapi dia jarang sekali melatih kita, dia hanya melihat-lihat suasana latihan dengan gak jelas. tapi gak papalah, soalnya dia tampan, dan beda, aku jadi mengidolakannya.
Terus ada satu lagi pelatih kita yang benar-benar serius melatih kita dengan sungguh-sungguh namanya Ahmad. Dia melatih kita dengan serius dan dia adalah orang yang membantu kita untuk membuat ekskul theater sama-sama.
Suatu hari, kita semua akan membuat pementasan singkat yang naskahnya bikin ngedadak dan lalu ditampilkan didepan anak-anak theater lainnya. kebetulan sekali, aku terpilih mendapatkan peran sebagai seorang putri. aku senang sekali, apalagi yang menjadi pangerannya itu "Tintin". Dalam hatiku, senangggg sekali, karena aku akan menjadi putri dan dia akan menjadi pangeranku, (Cyuh!lebay)
Saat pementasan berlangsung, yaa.. aku acting berdasarkan naskah, tapi ternyata.. ada hal yang gak terduga sama aku, ternyata yang jadi pangeran aku itu diganti sama ka Ahmad, bukan "Tintin". aku kecewa sekali, padahal pada awalnya aku sudah senang sekali karena aku akan mendapatkan peran bersama "Tintin". tapi nyatanya, malah diganti.
Saat berakting, aku jadi tidak semangat lagi, karena pangerannya diganti. aku jadi tidak senang lagi, dan aku jadi gak mau berperan sebagai seorang putri. aku kecewaaa, aku sebel, dan aku aneh, kenapa harus diganti???!!!
Tapi untunglah, itu semuanya hanyalah sandiwara.
Ternyata menjadi seorang actress itu susah ya, karena kita harus profesional. dan aku rasa, kemarin waktu aku berakting aku kurang profesional, sehingga dramanya jadi jelek.
tapi tetap saja, aku kecewaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa